Rapat Persiapan Pelaksanaan Pencegahan Dan Penurunan STUNTING

  • Kamis, 25 Februari 2021 - 13:33:21 WIB
  • Sosial dan Budaya Bappeda
Rapat Persiapan Pelaksanaan Pencegahan Dan Penurunan STUNTING

Rapat Persiapan ini dilaksanakan pada hari Rabu Tanggal 20 Januari 2021. Acara ini dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten  Lombok Timur Hj. Baiq. Miftahul Wasli, SE., M.Si dengan Pemaparan terkait dengan Peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM). IPM sangat di harapkan di tahun 2021 dan Kerja sama yang baik antar stakeholder terkait adalah kunci kesuksesan dalam penanganan stunting. Di tahun 2021 Pemanfaatan regulasi harus di maksimal untuk percepatan pencegahan dan penurunan stunting salah satunya yaitu 20% dana desa digunakan untuk pencegahan dan penurunan stunting.

Lima Pilar Strategi Nasional Pencegahan Stunting:

  1. Komitmen dan Visi Pimpinan Tertinggi Negara;
  2. Kampanye Nasional Fokus pada pemahaman, perubahan perilaku, komitmen politik dan akuntabilitas;
  3. Konvergensi,  Koordinasi, dan Konsolidasi Program Nasional, Daerah dan Masyarakat;
  4. Mendorong Kebijakan“Nutritional Food Security’’;
  5. Pemantauan  dan Evaluasi.

 

Dalam Lima Pilar Strategi Nasional Pencegahan Stunting, NTB menggunakan pilar yang ke 3 (tiga) yaitu : Konvergensi,Koordinasi, dan Konsolidasi Program Nasional, Daerah dan Masyarakat, dan turunanya 8 (delapan) aksi integrasi intervensi pencegahan dan penurunan stuntingyaitu :

 

  1. Analisis Situasi

Identifikasi sebaran stunting, ketersediaan program, dan kendala dalam pelaksanaan integrasi intervensi gizi

  1. Rencana Kegiatan

Menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi

  1. Rembuk Stunting

Menyelenggarakan Rembuk Stunting tingkat Kabupaten/Kota

  1. Peraturan Bupati/Walikota tentang Peran Desa

Memberikan kepastian hukum bagi desa untuk menjalankan peran dan kewenangan desa dalam intervensi gizi terintegrasi

  1. Pembinaan KPM

Memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu Pemerintah Desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi di tingkat desa

  1. Sistem Manajemen Data

Meningkatkan system pengelolaan data stunting dan cakupan intervensi di tingkat Kabupaten/Kota

  1. Pengukuran & Publikasi Stunting

Melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting Kabupaten/Kota

  1. Reviu Kinerja Tahunan

Melakukan reviu kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terakhir

 

Keterkaitan antar 8 aksi dan sasaran antara aksi konvergensi yaitu :

  1. Analisis Situasi

Analisis Situasi dengan cara melihat Cakupan & Keterpaduan  Intervensi Gizi pada Rumah Tangga 1000 HPK, analisis situasi juga berdasarkan aksi 6 yaitu Sistem Manajemen Data dan dilihat juga dari aksi 7 yaitu hasil Pengukuran & Publikasi Stunting serta berdsarkan aksi 8 yakni dengan melihat ahsil reviu kinerja tahunan

  1. Rencana Kegiatan

Tersusunya rancangan Rencana Kegiatan atas dasar hasil Analisis Situasi yang berisikan terkait Rekomendasi Lokus dan Kegiatan Prioritas

  1. Rembuk Stunting

Rembuk stunting dilakukan setelah Menyusun rancangan rencana kegiatan yang didalam rembuk stunting akan membahas hasilaksi 7 yaitu hasil Pengukuran & Publikasi Stunting dengan melihat Sebaran & Penyebab Stunting 

Sehingga rembuk stunting dapat menghasilkan Komitmen & Kesepakatan Rencana Kegiatan

  1. Peraturan Bupati/Walikota tentang Peran Desa

Peraturan Bupati/Walikota akan muncul Ketika rencana kegiatan sudah di pastikan dan di setujui Bersama sehingga dengan begitu kita bisa melihat kebijakan apa yang di perlukan untuk mendukung kegiatan tersebut.

  1. Pembinaan KPM

Memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu Pemerintah Desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi di tingkat desa dan Kader KPM di SK kan oleh Kepala Daerah

  1. Sistem Manajemen Data

Data berfungsi sebagai bahan untuk pemantauan pelaksanaan dan hasil kegiatan

  1. Pengukuran & Publikasi Stunting

Hasil pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting Kabupaten/Kota akan menjadi data sebaran stunting dan bahan reviu kinerja tahunan sehinngga itu yang akan di bahas pada rembuk stunting

  1. Reviu Kinerja Tahunan

Reviu Kinerja Tahunan di perlukan untuk mengetahui bagaimana peroses dan hasil pelaksanaandari aksi 1 – aksi 7

  • Kamis, 25 Februari 2021 - 13:33:21 WIB
  • Sosial dan Budaya Bappeda

Berita Terkait Lainnya